[ADS] Top Ads

Mengenal Asal Suku Baduy dan Sejarahnya

Daftar isi: [Tampil]
Ada ribuan suku yang mendiami pulau – pulau di negara Indonesia. Salah satu suku yang mendiami salah satu wilayah di Indonesia yaitu wilayah Banten adalah suku Baduy atau yang juga dikenal dengan istilah suku Urang Kanekes.
Suku Baduy dan Asal Sejarahnya
Suku Baduy dan Asal Sejarahnya

Suku Baduy atau Urang Kanekes ini merupakan suatu kelompok masyarakat adat etnis Sunda yang hidup bersama alam di sekitar wilayah pegunungan Kendeng. Tepatnya berada di Desa Kanekes, Kecamatan Luwidamar, Lebak, Banten.

Jika Anda ingin mengenal Suku Baduy lebih dekat beserta sejarahnya Anda bisa simak informasi selengkapnya berikut ini. Lets check these out!

Mengenal Asal Suku Baduy dan Sejarahnya 

Suku baduy merupakan suku di wilayah Banten yang memiliki dua golongan yang disebut dengan suku baduy dalam dan suku baduy luar. Perbedaan yang paling mendasar dari kedua suku tersebut adalah dalam menjalankan pikukuh atau aturan adat ketika pelaksanaannya berlangsung.

Pada suku baduy dalam, mereka masih memegang adat secara teguh. Suku baduy dalam juga merupakan suku yang senantiasa menjalankan aturan adat dengan sangat baik. Namun tidak sebaliknya dengan suku baduy luar.

Suku baduy luar menerima tamu yang berasal dari luar Indonesia dan mereka juga diperbolehkan untuk mengunjungi sampai menginap di salah satu rumah warga suku tersebut. Tujuan mereka datang ke baduy luar tidak lain sebenarnya adalah untuk belajar tentang budaya masyarakat baduy dan mengetahui seperti apa kehidupan suku baduy tersebut.

Orang Kanekes atau baduy menurut kepercayaan yang mereka anut merupakan keturunan Batara Cikal yang merupakan salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal – usul ini sering juga dikait – kaitkan atau dihubung – hubungkan dengan nabi Adam sebagai nenek moyang manusia yang pertama.

Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes memiliki tugas untuk melakukan asketik atau mandita dan bertapa demi menjaga keharmonisan dunia. Mengenai hal tersebut, ahli sejarah mendasarkan pendapat yang dimiliki dengan cara sintetis dari beberapa bukti sejarah yang berupa catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok serta prasasti dan cerita rakyat tentang Tatar Sunda. Hanya saja semua itu memiliki angka keberadaan yang cukup minim.

Masyarakat Kanekes pun dikaitkan dengan kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya di abad ke-16 berpusat di Pakuan Padjajaran atau di sekitar wilayah Bogor. Menurut cerita yang banyak beredar, sebelum Kesultanan Banten berdiri, wilayah ujung barat pulau Jawa ini sejatinya merupakan bagian penting dari kerajaan Sunda.

Pada masa itu, Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari dengan berbagai jenis perahu dan sangat ramai digunakan untuk mengangkut berbagai hasil bumi dari wilayah pedalaman. Penguasa wilayah tersebut adalah pangeran Pucuk Umum yang memberi anggapan bahwa kelestarian sungai juga patut untuk dipertahankan.

Karena itu kemudian diperintahkan satu pasukan tentara kerajaan yang sudah terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan hutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng.

Keberadaan dari pasukan tersebutlah yang tampak menjadi suatu cikal bakal dari masyarakat Baduy. Hingga sampai saat ini masyarakat Baduy masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di bagian Gunung Kendeng ini.

Nyatanya adanya perbedaan pendapat yang beredar tersebut membawa kepada suatu dugaan bahwa di masa lalu, identitas serta kesejarahan mereka sengaja ditutup. Tujuannya adalah untuk membantu melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh di Padjajaran.

Teori lain pun mengatakan bahwa sejarah Baduy dimulai ketika Raden Kian Santang yang merupakan putera Prabu Siliwangi pulang dari Saudi Arabia setelah mereka memeluk agama Islam di tangan Sayyidina Ali.

Sang putra pun ingin membuat sang Prabu beserta pengikutnya juga memeluk agama yang sama dengan dirinya. Agama Islam yang sudah diperkenalkan di Arab Saudi oleh Sayyidina Ali.

Di akhir cerita, dengan adanya wangsit Siliwangi yang diterima oleh sang Prabu, mereka ternyata merasa keberatan untuk masuk Islam. Karena keraguannya tersebut, sang Prabu memegang keyakinannya secara teguh dan menyebar ke penjuru Sunda tentang keberatannya.

Prabu Siliwangi pun dikejar sampai di daerah Lebak yang sekarang menjadi tempat bermukimnya suku Baduy. Sang Prabu Siliwangi melakukan persembunyian disana dan sampai ditinggalkan pengikutnya. Kemudian, sang Prabu di daerah Baduy tersebut berganti nama dengan gelar baru Prabu Kencana Wungu.

Nah, di kawasan Baduy dalamlah Prabu Siliwangi mengubah tahta dengan sebanyak 40 pengikut setianya hingga mangkat di Cikeusik, Baduy Dalam, Desa Kanekes. Hingga kini kemudian pengikut setia Prabu Siliwangi tersebut menempati daerah Desa Kanekes dan dikenal sebagai suku baduy.

Itulah asal usul Baduy dan sejarahnya yang kita harus kenali. Walau informasi dari sejarah suku Baduy masih sangat minim, namun semoga penjelasan diatas sedikit membantu memberikan pemahaman. Semoga informasi diatas menjadi informasi yang menambah pengetahuan sejarah kita.

Post a Comment

Copyright © 2019

Kemdikbud.co.id